Gaun Terbaik di Panasonic Gobel Awards

•April 25, 2013 • Tinggalkan sebuah Komentar

Gaun Terbaik di Karpet Merah Panasonic Gobel Awards

tya-ariestya atiqah-hasiholan citra-kirana-165 luna-maya-2514 marissa-anita poppy-sovia raline-shah senk-lotta

Gaya Rambut Sleek

•April 25, 2013 • Tinggalkan sebuah Komentar

Delapan Gaya Rambut Sleek Selebritas di Karpet Merah
Tatanan rambut sleek alias lurus bercahaya sering kali menjadi pilihan para selebritas untuk menghadiri perhelatan mewah. Selain karena hasilnya begitu elegan, penataan rambut ini juga mudah dilakukan dan tak memakan waktu lama. Siapa saja selebritas yang memilih tatanan rambut sleek? (Puteri Fatia)

1 2 3 4 5 6 7

8

Beyonce
Bagi yang belum familiar, biasanya tampilan rambut ini cenderung simple, clean dan sesekali klimis. Beyonce merupakan salah satu bintang yang paling sering mengenakan tatanan rambut sleek, termasuk gaya ekor kuda. Cara penataan sangat sederhana, yakni cukup dengan mengoleskan styling foam pada rambut, terutama bagian atas, agar rambut lebih mudah ditata. Lalu tarik semua rambut ke belakang dan ikat dengan karet elastis. Jangan lupa berikan sentuhan gel pada bagian atas rambut.

Jessy J
Sebelum memangkas habis rambutnya untuk amal, Jessie J juga sering menata rambutnya dengan gaya sleek ekor kuda. Berbeda dengan Beyonce yang menata rambut dengan gaya belah tengah, pelantun “Price Tag” itu justru membiarkan poni rata yang telah menjadi ciri khasnya, membingkai wajah. Penataan poni rata seperti Jessie J membantu memfokuskan riasan dan warna mata.

Rachel Weisz
Jika ingin penataan rambut yang lebih formal, Anda mungkin bisa mencoba gaya tatanan sanggul cepol seperti yang dilakukan Rachel Weisz. Aktris yang berusia 43 tahun itu tampil elegan dengan penataan rambut yang disanggul pada area tengkuk leher, atau yang biasa disebut low bun. Weizs pun memadukan model rambutnya dengan gaun oranye bergaya minimalis saat menghadiri pemutaran perdana film “Oz the Great and Powerful” di Los Angeles pada 13 Februari lalu.

Jennifer Lopez
Beda Rachel Weizs, beda pula Jennifer Lopez. Mantan istri Marc Anthony ini sering tampil dengan tatanan rambut sanggul atas, atau high bun. Berbagai model sanggul pun pernah dicobanya, mulai dari sanggul berukuran kecil hingga besar. Belum lagi teksur sanggul yang dibuat bergelombang, atau dihiasi detail kepang. Namun yang selalu sama, J.Lo hampir selalu menarik rambutnya kebelakang dan mengaplikasikan sedikit gel agar rambutnya terlihat sleek.

Selena Gomez
Apabila tatanan rambut ekor kuda dan sanggul dirasa masih terlalu repot, Anda bisa menggerai rambut panjang dan lurus Anda seperti yang dilakukan bintang remaja Selena Gomez. Ketika mengenakan tatanan rambut yang satu ini, tak hanya kesan elegan yang akan didapat tapi juga seksi, terutama bagi Anda yang memiliki rambut berwarna hitam legam. Padankan gaya rambut lurus berbelah tengah ini dengan riasan mata smokey untuk semakin menekankan kesan sensual yang misterius.

Taylor Swift
Kesan seksi dan elegan yang didapat dari penataan rambut panjang dan lurus bisa dibuat lebih seru dengan adanya poni, baik menyamping atau rata. Gaya rambut itu dipilih oleh Taylor Swift ketika menghadiri acara MTV Video Music Award 2012 lalu. Sahabat Selena Gomez itu memaksimalkan penampilannya dengan setelan berwarna putih karya J. Mendell serta sapuan lipstik merah menyala.

Anne Hathaway
Tatanan rambut sleek tidak hanya bisa diterapkan pada rambut panjang saja. Anda yang memiliki rambut pixie juga bisa mencobanya. Salah satu aktris yang berhasil mengenakan gaya rambut pixie sleek adalah Anne Hathaway. Gaya rambut pixie ini cocok untuk mereka yang gemar bergaya androgini. Namun untuk tetap memberikan kesan wanita anggun, kenakan lipstik berwarna merah seperti Anne.

Emma Watson
Selain Anne Hathaway, Emma Watson juga merupakan aktris yang kerap tampil istimewa dengan tatanan rambut pixie sleek. Jika Anda menginginkan model rambut ala Watson, gunakan alat catok untuk meluruskan rambut, kemudian gunakan styling foam dan gel rambut sebagai sentuhan. Hindari mengoleskan gel terlalu banyak karena bisa membuat rambut tampak lepek.

Gaun Pengantin Tercantik Model Duyung

•April 25, 2013 • Tinggalkan sebuah Komentar

25 Gaun Pengantin Tercantik Model Duyung
Ada satu tren yang sedang mencuat di panggung peragaan busana untuk gaun pengantin tahun ini: gaun model ekor duyung. Gaun berpotongan pas di badan dan melebar di bawah ini cocok baik bagi wanita bertubuh montok, maupun yang kurus. Simak 25 gaun pengantin ekor duyung terbaik pilihan kami. — Naima DiFranco

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24

25

Keterangan Gambar

1. Val Stefani

2. Oscar de la Renta

3. Ines di Santo

4. Jim Hjelm

5. Eden Bridals

6. Blue by Enzoani

7. Allure Bridals

8. Theia

9. Angel Sanchez

10. Jasmine Collection

11. Amsale

12. Modeca

13. Alfred Angelo

14. Reem Acra

15. Pronovias

16. Claudine for Alyce

17. Ella Bridals

18. Oleg Cassini at David’s Bridal

19. Liz Fields

20. Kathy Ireland for Mon Cheri

21. Wtoo

22. Sophia Tolli

23. Marchesa

24. Justin Alexander

25. Sophie Chang

Aneka Gaun Hitam

•April 25, 2013 • Tinggalkan sebuah Komentar

Aneka Gaun Hitam Murah Meriah
Little Black Dress alias gaun hitam merupakan busana paling aman sekalugus bergaya untuk digunakan di acara formal. Inin memilikinya? Tak perlu mengeluarkan uang banyak. Harganya tak sampai Rp200 ribu.

Gaun hitam para selebritas

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

12

Brand : CLOTH INC

 

Brand : PER FAVORE

 

Brand : STRATTO

 

Brand : Look Boutique

 

Brand : Look Boutique

 

Brand : ETNIQ COUTURE

 

Brand : Look Boutique

 

Brand : Look Boutique

 

Brand : Look Boutique

 

Brand : MYLEE

 

Brand : CLOTH INC

 

Dapur Selebriti

•April 23, 2013 • Tinggalkan sebuah Komentar

Dapur-dapur Cantik di Rumah Seleb Hollywood

Meski mungkin tak terlalu sering menghabiskan waktu di dapur, seleb-seleb berikut ini benar-benar memastikan agar dapur di rumah mereka didesain dengan cantik dan nyaman. Simak galeri lengkapnya di website Architectural Digest.

1 2 3 4 5 6

Keterangan Gambar
  1. Celebrity chef Giada De Laurentiis meminta desainer Kevin Fitzsimons untuk membuat dapur yang berkesan bersih dan sederhana di rumahnya. Dapur ini juga memiliki counter di tengah-tengah sehingga Giada bisa melakukan rekaman acara masak-memasaknya langsung dari rumah sendiri.
  2. Dapur antik dan mewah bagaikan berada di puri abad pertengahan ini adalah milik aktorGerard Butler. Ia memang sengaja membuat keseluruhan tema rumahnya menjadi berkesan bohemia dan “kuno”.
  3. “Jika tak melihat ada banyak sepeda di garasi, Anda tak akan mengira ini rumah saya,” ujar atlet sepeda Lance Armstrong.Rumah yang dirancangnya bersama sang sahabat Roy W. Materanek ini bertema kolonial Spanyol, dan dapurnya yang luas dibuat berkesan makin luas dengan jendela besar menghadap kebun.
  4. Aktris Diane Keaton punya keahliann merenovasi dan mendekor ulang rumah tua, termasuk rumah yang dibangun tahun 1920-an ini. Dibantu desainer Stephen Shadley, ia mengubah tiga ruangan dalam rumah dan menjadikannya satu dapur besar dan ruang keluarga.
  5. Rumah milik musisi Sting ini sampai harus dibongkar untuk membuat dapur, ruang makan, dan ruang keluarganya lebih besar. Bukan ke samping, tapi ke atas dan bawah. Mereka membuat lantainya beberapa inci lebih rendah, dan langit-langitnya beberapa inci lebih tinggi.
  6. Aktris Angela Lansbury mengaku cukup banyak menghabiskan waktu di dapur, dan ia pun mendesainnya agar dapur di rumahnya nyaman jadi tempat nongkrong teman-temannya.

Artis Paling Dibenci di Hollywood

•April 22, 2013 • Tinggalkan sebuah Komentar

20 Artis Paling Dibenci di Hollywood
Majalah hiburan ternama ‘Star’ menggelar polling tahunan mereka tentang tokoh-tokoh paling menyebalkan di dunia musik, televisi, dan film. Berdasarkan hasil pilihan pembaca, berikut ini artis-artis yang menempati peringkat 20 besar tokoh paling dibenci di Hollywood, dari urutan 20 ke urutan 1.

20 16 17 18 19

20. Chris Brown
Reputasi penyanyi R&B ini mulai menurun sejak kasus kekerasan yang dilakukannya pada Rihanna. Ia makin tak disukai setelah mengamuk di studio ABC dan memecahkan jendela gedungnya tahun 2011, dan berkelahi di klub malam tahun 2012.

19. Jesse James
Bintang reality show dan mantan suami Sandra Bullock ini dibenci karena berselingkuh dari Sandra dengan belasan wanita. Ia bahkan berani mengundang mantan istrinya tersebut ke pernikahannya yang keempat.
18. Taylor Swift
Rupanya banyak pembaca yang tak menyukai penyanyi country ini karena kebiasaannya yang sangat sering berganti kekasih, dan membuat lagu tentang mantan-mantan kekasihnya tersebut. Publik juga menganggapnya tak bisa menerima kritik, karena saat disindir komedian Tina Fey sebagai wanita dengan banyak mantan pacar, Taylor membalasnya dengan bilang, “Ada tempat khusus di neraka untuk wanita yang tak mendukung wanita lain.”
sedikit
17. Shia LaBeouf
Bintang Transformer ini mungkin dicintai fans, namun ia tak terlalu disukai di Hollywood karena sering melontarkan komentar nyinyir tentang seleb-seleb lain. Yang paling diingat adalah komentar Shia yang membandingkan sutradara Michael Bay dengan Adolf Hitler.
16. Lindsay Lohan
Lewat sudah masa-masa imut dan “innocent” LiLo di era film “Parents Trap”. Sejak itu ia berputar-putar saja di masalah kecanduan drugs, rehabilitasi, ditangkap polisi berkali-kali, dan dipenjara.

15 11 12 13 14
15. Angelina Jolie
Aktris dermawan ini mungkin sudah menyumbang uang miliaran rupiah ke berbagai yayasan amal, jadi duta PBB untuk kegiatan amal, dan mengadopsi anak-anak kurang beruntung dari negara-negara miskin, namun namanya masih masuk daftar artis paling dibenci karena banyak pembaca masih belum memaafkan tindakannya “mencuri Brad Pitt dari Jennifer Aniston.”
14. Jay Leno
Presenter acara bincang-bincang di televisi ini mulai tak disukai banyak orang sejak ia mengundurkan diri dari acara Tonight Show dan posisinya digantikan Conan O’Brien, namun kemudian Jay Leno berubah pikiran dan ingin kembali ke Tonight Show, dengan cara mempermalukan Conan di depan publik.
13. Ashton Kutche
Para pembaca wanita rupanya belum bisa memaafkan Ashton Kutcher yang berselingkuh dari Demi Moore.
12. LeeAnn Rimes
Dulunya dikenal sebagai penyanyi country baik-baik, namun imejnya berubah sekejap saat ia berselingkuh dari suaminya dengan Eddie Cibrian, aktor CSI Miami yang juga sudah menikah, membuatnya dua rumah tangga hancur.
11. Kim Kardashian
Sosialitas ini hampir setiap hari diberitakan media, namun bukan karena prestasinya. Pembaca rupanya tak menyukai kebiasaan Kim untuk pamer gaya hidup, pamer tubuh, hingga pamer video seks.

9 10 1 2 3 4 5 6 7 8
10. Kris Jenner
Pembaca juga tidak bodoh. Jika mereka benci Kim Kardashian, mereka rupanya tahu siapa yang bertanggung jawab atas popularitas Kim dan seluruh anggota keluarga Kardashian: sang ibu, Kris Jenner. Kris berada satu posisi lebih tinggi dari anaknya. Ibu enam anak inilah otak di balik popularitas anak-anaknya, dan otak yang memegang kendali pada reality show ‘Keeping Up with the Kardashians’.
9. Anne Hathaway
Kami tak mengerti apa alasan aktris peraih Oscar ini berada di posisi 9 di daftar artis paling dibenci pembaca Star Magazine. Bahkan ada satu komunitas pembenci Anne yang bernama ‘Hathahaters’. Mereka menyebut Anne artis yang “sok suci” dan sering melontarkan komentar-komentar berlebihan saat menerima penghargaan.
8. Justin Bieber
Jumlah pembenci Justin Bieber sepertinya sama banyaknya dengan jumlah penggemarnya. Perilaku Justin yang makin liar belakangan ini tak membantu imejnya jadi lebih baik. Komentar Justin terhadap pada ‘haters’ yang sering menulis komentar buruk di akun YouTube-nya, “Saat mereka menulis apapun di akun YouTube-ku, aku dapat uang. Jadi dengan menulis komen buruk, mereka sudah memberiku uang.”
7. Madonna
Mayoritas pembaca merasa Madonna belum sadar bahwa dirinya sudah tua dan sudah tak pantas lagi memamerkan tubuhnya seperti 30 tahun lalu.
6. Matt Lauer
Pembawa acara The Today Show ini dipercaya publik sebagai orang yang membuat rekan presenternya Ann Curry dipecat.
5. Katherine Heigl
Aktris ini dianggap tak tahu terima kasih karena ia menghina film ‘Knocked Up’ yang dibintanginya, dan memaksa untuk keluar dari serial ‘Grey’s Anatomy’ yang sudah membesarkan namanya.
4. John Mayer
Penyanyi ini memiliki reputasi buruk sebagai playboy dan pria yang suka menghancurkan hati wanita.
3. Jennifer Lopez
Entah apa yang membuat J.Lo berada di posisi 3 besar daftar artis paling dibenci. Beberapa pembaca rupanya tak suka dengan sifat J.Lo yang terlihat narsis dan terlalu mempromosikan dirinya besar-besaran. Bahkan Mariah Carey yang dianggap “diva” pun berpendapat seperti itu tentang J.Lo.
2. Kristen Stewart
Setelah popularitasnya meningkat berkat Twilight, K.Stew sempat jadi objek kebencian banyak orang karena wajahnya yang tak ramah dan selalu tampak kesal setiap tampil di karpet merah. Ia makin dibenci orang saat berselingkuh dari Robert Pattinson dengan sutradara ‘Snow White and the Huntsman’ yang sudah menikah.
1. Gwyneth Paltrow
Ibu dua anak ini dikenal sebagai aktris yang terobsesi diet dan makanan sehat. Dalam bukunya, ia menulis bagaimana cara hidup sehat sepertinya, namun banyak orang merasa Gwyneth agak berlebihan. Apalagi sempat beredar kabar bahwa ia sudah memulai diet untuk anak-anaknya yang masih kecil, dan komentar-komentarnya yang kadang berlebihan terhadap gaya hidup sehat seperti, “Setiap aku melihat zucchini (timun Jepang), hatiku berdegup kencang.”
sedikit

Anggun C Sasmi, Kebanggaan Anak Bangsa Indonesia

•April 22, 2013 • Tinggalkan sebuah Komentar

Anggun C. Sasmi, walaupun ia bersatus kebangsaan Prancis tetapi…..

“Buat saya yang ganti kan cuma warna buku kecilnya [paspor]… Tulang saya tetap putih dan darah saya merah. Saya tetap anak Indonesia.”

Anggun Cipta Sasmi atau Anggun C. Sasmi, Lahir 29 April 1974 , Jakarta, Indonesia menggeluti dunia tarik suara dengan Genre Pop, rock, urban, world sampai sekarang sebagai  Penyanyi, pencipta lagu, produser rekaman, filantropi, Instrumen Vokal, piano sejak 1986
Anggun Cipta Sasmi  adalah penyanyi Indonesia yang saat ini telah memiliki kewarganegaraan Perancis. Ia merupakan putri dari Darto Singo, seorang seniman Indonesia, dan Dien Herdina, seorang perempuan yang masih kerabat Keraton Yogyakarta. Ia mengawali kariernya dengan tampil di panggung Ancol di usia tujuh tahun, lalu merekam album anak-anak dua tahun kemudian. Di bawah bimbingan musisi Ian Antono, Anggun merekam album studio pertamanya di Indonesia berjudul Dunia Aku Punya pada tahun 1986. Namun, nama Anggun baru melambung setelah merilis singel berjudul “Mimpi” pada tahun 1989. Pada usianya yang masih sangat muda Anggun telah berhasil menggapai puncak popularitasnya sebagai penyanyi rock di Indonesia dengan diraihnya penghargaan “Artis Indonesia Terpopuler 1990-1991″.
Pada tahun 1994, Anggun memutuskan untuk meninggalkan Indonesia dan mewujudkan impiannya menjadi artis bertaraf internasional. Dengan bantuan Erick Benzi, seorang produser besar Perancis, pada tahun 1997, Anggun berhasil merilis album internasional pertamanya berjudul Snow on the Sahara di 33 negara di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat yang menjadi kiblat musik global. Sejak saat itu Anggun telah menghasilkan sebanyak lima album internasional yang direkam dalam multi-bahasa, terutama bahasa Inggris dan bahasa Perancis. Selain itu, ia telah merekam kolaborasi dengan banyak artis mancanegara, termasuk di antaranya Julio Iglesias, Peter Gabriel, dan Pras Michel dari grup The Fugees. Anggun juga pernah bernyanyi langsung bersama Bryan Adams, Celine Dion, Charles Aznavour, David Foster, dan musisi kelas dunia lainnya.
Anggun merupakan penyanyi Indonesia pertama yang berhasil menembus industri musik internasional dan album-albumnya telah meraih penghargaan gold dan platinum di beberapa negara Eropa. Dengan menggabungkan seluruh albumnya di Indonesia dan di luar negeri, Anggun telah menjual sekitar 10 juta kopi rekaman.[1] Beberapa penghargaan telah diraih Anggun atas pencapaiannya, termasuk di antaranya anugerah prestisius “Chevalier des Arts et Lettres” dari pemerintah Perancis. Anggun juga telah dua kali didaulat menjadi duta global Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yaitu untuk program Mikrokredit pada tahun 2005 dan Food and Agriculture Organization (FAO) pada tahun 2009.

Anggun menempuh pendidikan dasarnya di sebuah sekolah Katolik di Jakarta, meskipun Anggun sendiri adalah seorang Muslim. Anggun dibesarkan dalam keluarga yang penuh seni. Sejak usia tujuh tahun Anggun digembleng latihan vokal setiap hari oleh ayahnya. Anggun diajarkan berbagai latihan teknik vokal dengan penuh disiplin. Tidak hanya itu, Anggun juga diajarkan bermain piano. Dengan dimanajeri ibunya, Anggun kemudian mulai tampil di atas panggung, meskipun sering hanya dengan imbalan nasi bungkus. Pada usia sembilan tahun, Anggun mulai menciptakan lagu-lagunya sendiri dan mulai merekan album anak-anak.
Saat menginjak usia 12 tahun, Anggun meluncurkan album rock pertamanya berjudul Dunia Aku Punya (1986). Album tersebut diproduseri oleh gitaris terkenal Indonesia, Ian Antono. Sayangnya, album ini tidak mampu mengangkat namanya. Anggun baru meroket di blantika musik Indonesia setelah merilis singel berjudul “Mimpi” pada akhir tahun 1989. Menurut majalah Rolling Stone, “Mimpi” merupakan salah satu dari “150 Lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Masa”.[ Popularitas Anggun terus melejit dengan dirilisnya sederet singel seperti "Tua Tua Keladi" dan "Takut". Anggun kemudian berhasil meraih penghargaan sebagai "Artis Indonesia Terpopuler 1990-1991". Setelah sukses dengan singel, Anggun kembali merilis album studio berjudul Anak Putih Abu Abu (1991), yang disusul dengan Nocturno (1992). Pada usianya yang masih belia, Anggun telah berhasil melejit sebagai salah satu penyanyi rock paling sukses di paruh awal 1990-an. Album-albumnya terjual laris di pasaran dan singel-singelnya merajai tangga lagu di Indonesia.

Pada tahun 1992, Anggun mulai menjalin hubungan dengan Michel Georgea, seorang insinyur berkebangsaan Perancis. Mereka pertama kali bertemu saat Anggun mengadakan tur konser di Kota Banjarmasin. Mereka kemudian menikah dan Michael diangkat menjadi manajer Anggun. Pada usia 19 tahun, Anggun berhasil menjadi penyanyi termuda yang mendirikan perusahaan rekamannya sendiri, Bali Cipta Records. Ia juga terjun langsung sebagai produser rekaman sehingga lebih bebas dalam menggarap albumnya sendiri. Anggun kemudian merilis album studio terakhirnya di Indonesia berjudul Anggun C. Sasmi... Lah!!! pada tahun 1993. Singel pertamanya, "Kembalilah Kasih (Kita Harus Bicara)", kembali mencetak sukses dan videonya sempat menembus MTV Hong Kong. Anggun pun merasa tidak puas dengan kesuksesannya di Indonesia dan mulai memimpikan karier sebagai penyanyi bertaraf internasional.

1994–1996: Meninggalkan Indonesia dan permulaan di Eropa
"Saya bermimpi memiliki karir internasional ini, tetapi produser asing tidak akan datang ke Indonesia untuk mencari bakat ketika ada begitu banyak tersedia di negara mereka sendiri. Saya harus pergi ke sana. Saya ingin tahu, dan saya pikir itu baik untuk berubah. Di Indonesia, kami tidak memiliki banyak informasi datang, yang datang hanya dari satu sumber. Dan internet itu tidak sebesar seperti sekarang."

Pada tahun 1994, Anggun meluncurkan sebuah album kompilasi terbaik berjudul Yang Hilang yang memuat lagu-lagu hit Anggun selama di Indonesia. Setelah itu, Anggun menjual perusahaan rekamannya dan hijrah ke Eropa untuk mewujudkan impiannya menjadi penyanyi internasional. Bersama Michel Georgea, Anggun menetap di London, Inggris selama setahun untuk memulai kariernya lagi dari nol. Ia rajin mengirim demo rekaman ke berbagai studio di Inggris dan juga pergi ke klub-klub untuk memperkenalkan dirinya sebagai penyanyi. Biaya hidup yang tinggi di London membuat uang hasil penjualan perusahaan rekaman Anggun habis sedikit demi sedikit. Anggun pun harus menerima kekecewaan berbulan-bulan kemudian tatkala semua demo rekamannya tidak mendapat respon positif. Anggun akhirnya berada pada kesimpulan bahwa ia tidak akan memiliki masa depan di Inggris dan berencana untuk memulai karier di negara Eropa lain. Ia sempat berniat pindah ke Belanda, namun kemudian ia beralih ke Perancis.
Dua tahun setelah meninggalkan Indonesia, Anggun akhirnya berhasil bertemu dengan Erick Benzi, salah seorang produser besar Perancis yang pernah menggarap album sejumlah penyanyi kenamaan seperti Celine Dion, Jean-Jacques Goldman dan Johnny Hallyday. Benzi terpikat oleh kemampuan vokal Anggun dan seketika menawarkannya untuk rekaman album. Anggun setuju dan memutuskan untuk mempelajari bahasa Perancis secara otodidak. Atas bantuan Benzi, Anggun kemudian direkrut oleh Columbia Records di Perancis. Tidak hanya itu, Anggun juga berhasil mendapat kontrak label induk Sony Music International untuk album yang akan diedarkan secara internasional.

1997–1999: Snow on the Sahara dan kesuksesan internasional

Presenter Amerika Rosie O'Donnell mempromosikan album Snow on the Sahara saat Anggun tampil dalam program televisi The Rosie O'Donnell Show.
Pada tanggal 24 Juni 1997, Anggun merilis album berbahasa Perancis pertamanya berjudul Au nom de la lune. Yang paling menonjol dari album ini adalah perubahan total jalur musik Anggun, dari musik rock yang bertahun-tahun digelutinya menjadi musik pop etnik dengan sentuhan bunyi-bunyian instrumen tradisional Indonesia. Anggun mengatakan, "Saya ingin memperkenalkan Indonesia, tetapi dengan cara yang progresif, dalam lirik, dalam suara, tetapi yang paling utama melalui diri saya sendiri." Singel pertama Anggun "La neige au Sahara" langsung menjadi hit dan tercatat sebagai lagu yang paling sering diputar di radio-radio Perancis tahun 1997. Album pertama Anggun tersebut berhasil mereguk sukses dengan penjualan lebih dari 150.000 kopi di Perancis dan Belgia. Anggun juga berhasil menjadi nominator untuk "Pendatang Baru Terbaik" di Victoires de la Musique, penghargaan tertinggi bagi industri musik Perancis.
Anggun menggebrak pasar musik internasional dengan meluncurkan versi bahasa Inggris dari album pertamanya yang diberi judul Snow on the Sahara di 33 negara di Asia, Eropa, dan Amerika. Selain berisi lagu-lagu yang diadaptasikan dari album Au nom de la lune, Anggun juga mendaur ulang lagu lawas milik penyanyi David Bowie berjudul "Life on Mars?". Untuk pasar Asia Tenggara, Anggun menyertakan sebuah lagu berbahasa Indonesia berjudul "Kembali". Singel pertama Anggun "Snow on the Sahara" berhasil meraih sukses dan menempati peringkat pertama di Italia, Spanyol, dan beberapa negara di Asia. Lagu tersebut juga mencapai posisi lima besar pada UK Club Chart di Inggris dan digunakan sebagai lagu promosi jam tangan mewah dunia Swatch. Album Snow on the Sahara berhasil terjual lebih dari 1,5 juta keping di seluruh dunia dan meraih penghargaan Diamond Export Award. Album ini sempat tercatat sebagai album penyanyi Asia dengan penjualan paling tinggi di luar Asia pada saat itu.
Di Amerika Serikat, yang merupakan kiblat musik dunia, Snow on the Sahara dirilis pada Mei 1998 oleh Epic Records. Anggun melakukan tur selama sembilan bulan di negara itu untuk mempromosikan albumnya. Saat berada di sana, Anggun diundang oleh penyanyi Kanada Sarah McLachlan untuk tampil di Lilith Fair, sebuah festival musik wanita berkeliling Amerika. Anggun juga tampil sebagai artis pendukung dalam tur konser beberapa artis seperti The Corrs dan Toni Braxton. Anggun sempat muncul di berbagai media cetak Amerika, seperti majalah Billboard dan Rolling Stone. Anggun juga beberapa kali tampil di televisi Amerika, seperti dalam acara The Rosie O'Donnell Show dan New York Sessions at West 54th, serta wawancara eksklusif di CNN dalam program World Beat.
Anggun berhasil menoreh sejarah dengan menjadi artis berkebangsaan Indonesia pertama yang menembus tangga musik Billboard. Singel "Snow on the Sahara" mencapai posisi 16 di Billboard Hot Dance/Club Play serta posisi 19 di Billboard Border Breakers Chart. Lagu Anggun juga menduduki posisi kedua setelah Celine Dion pada daftar singel terfavorit jurnalis Billboard tahun 1998. Meskipun cukup fenomenal, album Anggun ini terbilang gagal di Amerika dan tidak mampu menembus tangga album Billboard 200. Album ini menduduki peringkat 23 di Billboard Heat Seekers Chart dan sampai saat ini terjual sekitar 200.000 keping di seluruh Amerika.
2000–2003: Chrysalis, Open Hearts dan era kolaborasi

Anggun saat menerima penghargaan atas penjualan album internasionalnya pada pergelaran MIDEM 2003 di Cannes, Perancis.
Anggun akhirnya resmi becerai dengan Michel Georgea pada tahun 1999.
Setahun kemudian, ia juga memutuskan untuk memperoleh kewarganegaraan Perancis. Langkah ini diambil Anggun akibat buruknya pelayanan birokrasi di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang sangat menyulitkan dirinya sebagai penyanyi yang setiap saat bepergian ke berbagai negara, terutama saat mempromosikan album internasional pertamanya.

Meskipun demikian, dalam wawancara dengan Kick Andy tahun 2006, Anggun mengatakan "Buat saya yang ganti kan cuma warna buku kecilnya [paspor]… Tulang saya tetap putih dan darah saya merah. Saya tetap anak Indonesia.”
Pada tahun 2000, Anggun meluncurkan album berbahasa Perancis keduanya berjudul Désirs contraires dengan singel andalan “Un geste d’amour”. Album ini masih diproduseri Erick Benzi dan memuat jenis musik pop elektronik serta elemen ambient dan R&B. Namun, album ini gagal mengulang kesuksesan album pertama Anggun dan hanya terjual sebanyak 30.000 kopi di Perancis. Untuk versi internasional yang diberi judul Chrysalis, Anggun menulis semua lirik lagu dalam bahasa Inggris. Album internasional kedua Anggun tersebut dirilis serentak di 15 negara pada tanggal 8 September 2000.[16] Singel pertama dari album ini, “Still Reminds Me”, berhasil menjadi hit di berbagai radio di kawasan Eropa dan Asia. Lagu ini mencapai peringkat tiga di Italia dan sepuluh besar di Jepang.[19] Singel tersebut juga menduduki posisi lima besar The Music & Media Europe Border Breakers Chart. Khusus pasaran Asia Tenggara, Anggun menyelipkan sebuah singel berbahasa Indonesia berjudul “Yang ‘Ku Tunggu”. Tidak seperti versi berbahasa Perancis-nya, Chrysalis tetap menjadi album multi-platinum dan berhasil meraih penghargaan gold di Italia hanya dalam waktu seminggu.
Pada akhir tahun 2000, Anggun mendapat undangan untuk tampil bersama penyanyi rock Kanada Bryan Adams pada konser Natal di Vatikan. Anggun kemudian menggelar tur pertamanya keliling Eropa dan Asia. Konser pertama Anggun dimulai di Le Bataclan, Perancis pada 1 Februari 2001 dan berakhir di Kallang Theater, Singapura pada 30 April 2001. Setelah itu, Anggun mulai terlibat dalam banyak proyek kolaborasi. Dari banyak kolaborasi yang dilakukannya pada perode itu yang cukup sukses yaitu bersama DJ Cam dalam lagu jazz “Summer in Paris”, bersama Deep Forest pada lagu bercengkok Sunda “Deep Blue Sea” serta duet bersama penyanyi rock terkenal Italia, Piero Pelù dalam singel “Amore Immaginato”. Singel duet Anggun dengan Piero Pelù berhasil menduduki posisi puncak Italian Airplay Chart selama dua bulan. Anggun juga terlibat dalam proyek besar dua film Skandinavia, yaitu Anja & Viktor (2001) dan Open Hearts (2002). Anggun merilis sebuah lagu berjudul “Rain (Here Without You)” untuk Anja & Viktor. Untuk Open Hearts, Anggun merilis sebuah album soundtrack pada tahun 2002. Di album berbahasa Inggris ketiga ini, Anggun bekerja sama dengan dua musisi asal Denmark, Jesper Winge Leisner and Niels Brinck.[29] Singel dari album ini, “Open Your Heart”, dinominasikan meraih penghargaan “Lagu Terbaik” pada Robert Awards 2003, anugerah tertinggi industri perfilman Denmark.Pencapaian karier Anggun mengantarkannya meraih sejumlah apresiasi. Ia dianugerahi penghargaan “The Cosmopolitan Asia Women Award” pada tahun 2000 serta “The Women Inspire Award” pada tahun 2002, sebagai penyanyi yang memberi inspirasi kepada seluruh wanita Asia atas kariernya sebagai penyanyi solo asal Asia yang sukses di dunia internasional. Pada Januari 2003, Anggun hadir di MIDEM Awards untuk menerima penghargaan prestisius, Diamond Award, yang diserahkan langsung oleh Menteri Kebudayaan Perancis. Penghargaan tersebut mengukuhkannya menjadi salah satu penyanyi berbahasa Perancis tersukses di luar Perancis. Pada tahun yang sama, Anggun memutuskan untuk menghentikan kerja samanya dengan Sony Music akibat berubahnya struktur perusahaan itu setelah bermerger dengan BMG Music. Ia juga memutuskan pindah ke Montreal, Kanada. Di sana Anggun kemudian bertemu jodoh dengan Olivier Maury, seorang sarjana politik Kanada dan mereka menikah pada tahun 2004.

2004–2006: Luminescence

Pada tahun 2004, Anggun kembali ke Paris dan menandatangani kontrak dengan Heben Music, sebuah label independen Perancis. Dalam distribusi album, Anggun nantinya dibantu oleh Sony BMG untuk wilayah Eropa dan Universal untuk wilayah Asia. Anggun meluncurkan album internasional ketiganya Luminescence pada tahun 2005. Berbeda dengan album-album sebelumnya, kali ini untuk versi bahasa Perancis dan bahasa Inggris dirilis dengan judul yang sama. Selain itu, di album ini posisi Erick Benzi sebagai produser telah digantikan oleh beragam musisi Perancis seperti Jean-Pierre Taieb, Lionel Florence, Evelyn Kraal, dan Jean Faque.[32] Pada album ini, selain mengusung genre pop dan beberapa unsur musik urban, Anggun juga kembali ke akar musik rock yang pernah menjadi cirinya di awal karier.
Singel pertama dari album ini, “Être une femme” atau “In Your Mind”, telah dinobatkan sebagai Lagu Paling Populer Tahun 2004 oleh Radio France International, sebuah stasiun radio bertaraf internasional di Perancis. Singel “Saviour” terpilih sebagai soundtrack dari film laris Transporter 2.[34] “Undress Me” juga dirilis sebagai singel di beberapa negara dan mencapai peringkat pertama tangga lagu Turki dan Lebanon. Melalui Luminescence, Anggun melebarkan popularitasnya di negara-negara Timur Tengah dan Eropa Timur. Luminescence dirilis ulang pada tahun 2006 dengan tambahan tiga lagu baru, termasuk singel “I’ll Be Alright” atau “Juste avant toi”. Anggun kemudian juga melakukan duet dengan penyanyi legendaris asal Spanyol Julio Iglesias dalam lagu “All for You”.
Anggun menerima sebuah penghargaan prestisius “Chevalier des Arts et Lettres” dari pemerintah Perancis atas prestasi karier dan kontribusinya pada budaya Perancis di seluruh dunia.[35][36] Anggun juga ditunjuk sebagai juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Skim Mikrokredit, sebuah program pengentasan kemiskinan di seluruh dunia.[37] Anggun juga terpilih menjadi ambassador bagi Audemars Piguet, sebuah perusahaan jam tangan mewah dunia asal Swiss.[38]
Pada tanggal 25 Mei 2006, Anggun menggelar konser terbesarnya di Indonesia bertajuk “Konser Untuk Negeri” di Jakarta Convention Center. Tiket sebanyak 5.000 lembar habis terjual dan konser berjalan sukses.[39] Anggun kemudian menerima penghargaan khusus dari Anugerah Musik Indonesia sebagai “Artis Internasional Terbaik”.Anugerah khas itu diberikan atas keberhasilannya mengukir nama di luar negeri dan menaikan nama industri musik Indonesia di mata internasional. Anggun menutup tahun itu dengan merilis sebuah album kompilasi terbaik, Best Of, di Indonesia dan Malaysia. Album ini menampilkan hits Anggun selama karier internasionalnya, ditambah tiga lagu lawas Anggun—”Mimpi”, Bayang-Bayang Ilusi”, dan “Takut”—yang dinyanyikan ulang dengan aransemen musik Andy Ayunir dan Orkestra Saunine. Best-Of juga dirilis untuk pasaran Italia dengan daftar lagu berbeda dan lagu “I’ll Be Alright” sebagai singel andalannya.

2007–2010: Kelahiran anak pertama dan Elevation

Setelah pernikahannya dengan Olivier Maury kandas pada tahun 2006, Anggun menjalin hubungan dengan penulis Perancis Cyril Montana, yang akhirnya berlanjut ke jenjang pernikahan. Anggun melahirkan putri pertama mereka bernama Kirana Cipta Montana Sasmi pada 8 November 2007. Pada awal tahun 2007, Anggun menulis dua lagu untuk Julian Cely, salah seorang penggemarnya dari Perancis yang merilis album pertamanya di Indonesia. Anggun juga terlibat dalam penggarapan film dokumenter bertema lingkungan hidup produksi BBC berjudul Un jour sur terre atau Earth. Anggun bertindak sebagai narator dan merilis singel soundtrack film tersebut. Anggun juga didaulat sebagai “Marraine des Prix Micro-Environnement” (duta lingkungan hidup) oleh National Geographic Channel dan Kementrian Ekologi dan Pembangunan Berkelanjutan Perancis. Anggun berhasil meraih penghargaan “Le grand couer de l’annee” atas kontribusinya dalam sejumlah permasalahan sosial dan lingkungan hidup di Perancis. Pada bulan Desember 2007, Anggun kembali mendapat undangan dari Vatikan untuk tampil di konser Natal di Verona, Italia, bersama Michael Bolton. Anggun juga tampil di World Music Awards 2008 dengan membawakan lagu “No Stress” bersama DJ Laurent Wolf.
Album internasional keempat Anggun berjudul Elevation dirilis pada akhir tahun 2008. Kali ini Anggun mengganti aliran musiknnya menjadi hip-hop dan urban. Anggun menggandeng duo produser hip hop, Tefa dan Masta, untuk album ini. Ia juga berkolaborasi dengan sejumlah penyanyi rap yaitu Pras Michel (peraih Grammy Awards dan mantan personel grup The Fugees), Sinik dan Big Ali, serta para DJ seperti Laurent Wolf dan Tomer G. untuk meremix lagu-lagunya.[52] Singel pertama album ini yaitu “Si tu l’avoues” untuk pasaran Perancis, “Crazy” untuk pasaran internasional, serta “Jadi Milikmu” untuk pasaran Indonesia. Di Rusia, Elevation dirilis dengan tambahan sebuah lagu berjudul “? ??? ? ?????”, versi bahasa Rusia dari lagu “No Song” yang dibawakan duet oleh Anggun dengan penyanyi berkebangsaan Rusia Max Lorens. Di Indonesia, sebelum dirilis resmi pada 1 Desember 2009, album ini telah mendapat penghargaan double platinum, menjadikannya album dengan penjualan tercepat sepanjang karier Anggun di Indonesia. Sayangnya, album ini juga menjadi album studio dengan penjualan terendah sepanjang karier internasional Anggun.

Anggun berpidato di forum PBB sebagai duta pangan dunia

Anggun berpidato di forum PBB sebagai duta pangan dunia

Pada era ini, Anggun kembali menjadi duta produk komersial, yaitu untuk sampo Pantene dan susu Anlene. Pada akhir tahun 2009, Anggun kembali ditunjuk oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), kali ini sebagai duta organisasi pangan internasional Food and Agriculture Organization (FAO) dalam misi pengentasan kelaparan di seluruh dunia.Anggun kemudian juga didaulat oleh mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton sebagai juru bicara Healthy Water Fundraising Program. Selain itu, Anggun diangkat sebagai salah satu juri dalam kontes kecantikan Miss France 2009. Pada awal tahun 2010, penyanyi populer Portugal Mickael Carreira mengajak Anggun untuk berduet dalam lagu “Chama por me (Call My Name)” dan tampil dalam konser tunggalnya di Lisboa, Portugal tanggal 26 Februari 2010. Anggun juga berkolaborasi dengan musisi Jerman Schiller dalam lagu “Always You” dan “Blind” untuk album Schiller berjudul Atemlos. Anggun bersama Schiller juga menggelar tur konser keliling Jerman selama bulan Maret 2010.

2011–sekarang: Echoes, Eurovision, dan X Factor Indonesia

Pada tahun 2011, Anggun menggarap album internasional kelimanya bersama beberapa musisi seperti Gioacchino, Pierre Jaconelli, Jean-Pierre Pilot, dan William Rousseau. Album tersebut diberi judul Echoes untuk versi berbahasa Inggris dan Echos untuk versi berbahasa Perancis. Ini merupakan album internasional pertama yang diproduseri sendiri oleh Anggun dan digarap oleh perusahaan rekaman miliknya sendiri April Earth. Untuk distribusi album, ia dibantu Warner Music untuk wilayah Eropa dan Sony Music untuk Asia bagian Timur. Di album ini Anggun menyajikan jenis musik pop organik dengan lirik yang filosofis dan banyak bercerita tentang kehidupan. Album ini dirilis pertama kali di Indonesia pada Mei 2011 dengan singel “Hanyalah Cinta”, disusul negara-negara bahasa Perancis pada November 2011 dengan singel andalan “Je partirai”. Album ini berhasil meraih platinum di Indonesia pada minggu pertama perilisannya. Tujuh bulan kemudian, Echoes berhasil meraih empat platinum dan memegang rekor sebagai album terlaris di toko kaset Indonesia untuk tahun 2011. Singel “Je partirai” mencapai peringkat lima di Belgian Ultratip 50 Chart. Untuk mempromosikan album ini, Anggun menggelar konser tunggal keduanya di Jakarta Convention Center bertajuk “Konser Kilau Anggun” pada tanggal 27 November 2011. Anggun juga tampil untuk ketiga kalinya dalam konser Natal tahunan di Vatikan, kali ini ia berduet dengan penyanyi Irlandia Ronan Keating
Anggun didaulat oleh saluran televisi publik France Télévisions sebagai wakil Perancis untuk Kontes Lagu Eurovision 2012, kompetisi musik terbesar di Eropa yang diikuti lebih dari 40 negara sejak 1956. Anggun menulis sebuah lagu berjudul “Echo (You and I)” sebagai entri Perancis untuk kontes tersebut. Lagu ini turut direkam secara duet dalam empat versi berbeda bersama penyanyi dari berbagai negara, yaitu bersama Claudia Faniello untuk pasaran Malta, bersama Niels Brinck untuk Denmark, bersama Viktor Varga untuk Hungaria, serta bersama Keo untuk Rumania. Ia lalu menggelar tur di 15 negara di Eropa untuk mempromosikan singel tersebut. Anggun menampilkan lagu tersebut pada grand final Eurovision 2012 di Baku, Azerbaijan dengan mengenakan gaun khusus rancangan desainer langganan Madonna, Jean-Paul Gaultier. Namun, hasil akhir kompetisi hanya menempatkan lagu tersebut di peringkat 22.

Penampilan Anggun dalam konser tunggalnya di Paris, Perancis, pada 13 Juni 2012

Penampilan Anggun dalam konser tunggalnya di Paris, Perancis, pada 13 Juni 2012

Pada Maret 2012, Anggun merilis album Echoes untuk pasaran internasional dengan “Echo (You and I)” sebagai singel andalan. Album ini juga kembali diluncurkan di Perancis dalam edisi khusus dengan tiga lagu tambahan. Setelah menyelesaikan tugasnya di Eurovision, Anggun melanjutkan promosi album ini dengan menggelar tur konser di beberapa kota di Perancis, Swiss, dan Kaledonia Baru, termasuk di antaranya konser tunggal Anggun di gedung Le Trianon, Paris, pada tanggal 13 Juni 2012. Pada akhir tahun 2012, Anggun juga kembali diajak oleh Schiller dalam tur konser di 10 kota di Jerman. Anggun mengumumkan di Twitter bahwa selama 2013, ia akan lebih banyak menghabiskan waktu di kawasan Asia.Ia diangkat menjadi juri internasional X Factor Indonesia untuk musim perdana. Anggun sedang mempersiapkan album kompilasi bertajuk Best-Of: Design of a Decade 2003–2013. Album ini menampilkan 17 lagu Anggun dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, dilengkapi bonus DVD berisi 13 video klip beresolusi tinggi.Anggun juga akan berduet dengan penyanyi Kanada Natasha St-Pier dalam singel berjudul “Vivre d’amour”.

Anggun saat konser tunggalnya di gedung Le Trianon, Paris, Perancis, pada 13 Juni 2012.

Anggun saat konser tunggalnya di gedung Le Trianon, Paris, Perancis, pada 13 Juni 2012.

Keartisan, citra, dan pencapaian

Tari Bali mempengaruhi penampilan Anggun di atas panggung.

Anggun sering dijuluki sebagai “Diva Indonesia” oleh media dalam dan luar negeri. Anggun dikenal sebagai penyanyi yang memiliki jenis suara kontralto yang tebal serta teknik improvisasi vokal yang unik. Pada saat merilis album Snow on the Sahara banyak pengamat musik internasional yang memuji suara Anggun dan sering menyebutnya “Annie Lennox dari Asia”. Anggun sendiri telah dilatih vokal dengan keras oleh ayahnya Darto Singo sejak umur tujuh tahun. Pada awal kariernya, Anggun banyak dipengaruhi oleh penyanyi dan grup musik bergenre rock seperti Guns N’ Roses, Bon Jovi, dan Megadeth,[3] sehingga album-albumnya selama di Indonesia tidak lepas dari jalur musik rock. Namun, sejak beralih menjadi penyanyi internasional, jenis musik Anggun lebih variatif dan selalu berbeda di setiap albumnya. Selain musisi-musisi tersebut, Anggun juga mengaku mengidolakan Sheila Chandra, Sting, David Bowie, dan The Beatles. Anggun juga pernah belajar Tari Bali yang telah menjadi pengaruh kuat dalam penampilannya di atas panggung.
Pada awal kariernya sebagai penyanyi rock, Anggun terkenal dengan penampilannya yang tomboi dan khas—menggunakan baret miring, celana pendek, jaket paku-paku dan ikat pinggang besar—yang sempat menjadi tren di awal 1990-an. Namun, sejak menjadi penyanyi internasional, Anggun mengubah total gaya berbusananya menjadi lebih feminin dan seksi, melalui penampilan khas wanita Indonesia dengan rambut hitam panjang dan kulit sawo matang. Untuk menunjang penampilannya Anggun telah banyak dibantu para perancang busana dunia seperti Azzedine Alaïa, Dolce & Gabbana, dan Roberto Cavalli. Majalah Herworld telah menobatkan Anggun sebagai inspirasi wanita berambut lurus panjang selama dekade 2000-an. Anggun juga menduduki peringkat 18 dalam daftar “100 Wanita Terseksi di Dunia” versi majalah FHM Perancis pada tahun 2010.
Meskipun telah sukses sebagai seorang penyanyi, Anggun tidak pernah melebarkan sayap kariernya ke bidang lain di luar musik. Saat menggelar promosi album internasional pertamanya di televisi Amerika Serikat, Anggun sempat ditawarkan sutradara Hollywood untuk bermain di film James Bond: The World Is Not Enough dan High Fidelity. Namun, kedua peran tersebut ditolak Anggun dan akhirnya diberikan pada aktris Sophie Marceau dan Lisa Bonet. Anggun mengatakan “Aku lahir sebagai penyanyi. Aku tidak akan mencoba profesi lain karena menurutku masih banyak orang yang memang dilahirkan untuk menjadi bintang film atau model. Aku merasa panggilan jiwaku adalah musik.” Selain itu, Anggun juga cenderung selektif dalam memilih produk iklan yang dibintanginya.
Anggun merupakan salah satu penyanyi pertama dari Asia yang benar-benar mampu menerobos industri musik internasional di luar Asia. Tidak seperti para penyanyi kulit hitam, orang-orang Asia masih sulit mendapat tempat di blantika musik Eropa dan Amerika. Kesuksesan Anggun secara langsung atau tidak telah membuka jalan bagi penyanyi-penyanyi lain dari Asia. Setelah Anggun baru muncul sederet nama penyanyi Asia yang mencoba menggarap pasar musik Eropa atau Amerika seperti Coco Lee, Utada Hikaru, BoA, atau Tata Young. Penyanyi Hong Kong Coco Lee bahkan mengaku terinspirasi oleh Anggun saat hendak meluncurkan album internasional pertamanya Just No Other Way (1999). Lionel Zivan S. Valdellon, seorang jurnalis asal Filipina, menyebut Anggun sebagai “seorang duta yang sangat bagus untuk Indonesia dan Asia secara umum.” Anggun sendiri mengatakan, “Saya rasa sudah saatnya orang-orang [luar Asia] tahu lebih banyak tentang Asia, tidak hanya sekedar tempat liburan.”

Album studio berbahasa Indonesia
Dunia Aku Punya (1986)
Anak Putih Abu Abu (1991)
Nocturno (1992)
Anggun C. Sasmi… Lah!!! (1993)
Album studio berbahasa Inggris
Snow on the Sahara (1997)
Chrysalis (2000)
Luminescence (2005)
Elevation (2008)
Echoes (2011)
Album studio berbahasa Perancis
Au nom de la lune (1997)
Désirs contraires (2000)
Luminescence (2005)
Elévation (2008)
Echos (2011)

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.